var addthis_config = {"data_track_addressbar":true};

toneng.blogspot.com

Selasa, 13 Desember 2011

Puluhan Guru Ikut Pelatihan Pemantapan Calon Kepala Sekolah

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Langsa
Mahadi, SPd
Kota Langsa – Puluhan guru tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan kejuruan se Kota Langsa mengikuti pelatihan pemantapan calon kepala sekolah. Para peserta tersebut akan disiapkan sebagai regenerasi calon kepala sekolah kedepan.

Seluruh guru yang mengikuti pelatihan tersebut harus memiliki kriteria diantaranya golongan pangkat minimal IIIc, telah berpengalaman mengajar sekurang-kurangnya 8 tahun serta usia setinggi-tingginya 56 tahun, demikian dinyatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Langsa Mahadi, SPd.

Sedangkan materi yang diberikan kepada para peserta menyangkut kompetensi kepala sekolah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia nomor 13 tahun 2007 tentang standard kepala sekolah seperti kepribadian, managerial, kewirausahaan, super visi dan sosial.

Pemateri yang dihadirkan terdiri dari unsur pengawas sekolah, unsur dinas pendidikan dan kepala sekolah.
Mahadi juga menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan pelatihan awal yang nantinya para peserta akan diikut sertakan kembali pada pelatihan-pelatihan pengembangan baik ditingkat provinsi maupun pusat.

Rabu, 07 Desember 2011

Sukseskan Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon


Penanaman secara simbolis
oleh Walikota Langsa Drs.Zulkifli Zainon,MM
Kota Langsa – Walikota Langsa Drs.Zulkifli Zainon, MM menghadiri Hari Peringatan Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2011 di Desa Kuala Langsa Kota Langsa. Peringatan tersebut mengambil tema “Sukseskan Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon” yang penanaman perdana secara simbolis dilakukan oleh Walikota Langsa Drs.Zulkifli Zainon,MM.

Penanaman 1 milyar pohon 2011 ini merupakan gerakan nyata penanaman pohon secara serentak yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan mencegah dampak perubahan iklim, serta mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak pohon yang ditanam maka masyarakat akan semakin terlindungi dan sejahtera.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Langsa Cut Yusminar mengatakan (7/12), sejak tahun 2010 hingga 2011 Kota Langsa telah menanam pohon sebanyak dua ratus tujuh puluh ribu delapan ratus bibit dari berbagai jenis pohon, ditambah penanaman pohon bulan ini sebanyak lima ribu bibit.

Kadis Kelautan Perikanan dan Pertanian
Kota Langsa Cut Yusminar
Acara Hari Peringatan Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2011 di Kota Langsa, dilakukan oleh seratus lebih peserta yang terdiri dari seluruh unsur pemerintahan dan kelompok tani.


Diharapkan gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon harus terus digelorakan dan dilakukan secara kontinyu pada setiap masa tahun tanam. Dalam waktu lima sampai sepuluh tahun mendatang bangsa indonesia akan menikmati indahnya bumi indonesia hijau berseri dengan masyarakat yang sejahtera.

Senin, 05 Desember 2011

PGRI Minta Pemerintah Membentuk Regulasi Perlidungan Terhadap Guru

Ketua PGRI Aceh Ramli Rasyid
didampingi Ketua PGRI Kota Langsa Abdul Rahman Ardo

Kota Langsa – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh meminta pemerintah segera membentuk regulasi (ketentuan) perlindungan terhadap guru, hal itu merupakan salah satu poin rekomendasi PGRI Aceh yang dibahas dalam Konferda IV Provinsi Aceh 2011.

Ketua PGRI Aceh Drs.Ramli Rasyid, Msi, MPd mengatakan (5/12), terkait sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan guru dan siswa dalam dunia pendidikan, PGRI harus segera mengeluarkan regulasi menyangkut undang-undang perlindungan guru, selain adanya undang-undang perlindungan anak.

Berdasarkan undang-undang no.14 tahun 2005 dan peraturan presiden no.74 pasal 40 ayat 1, dikatakan bahwa guru dapat memberikan hukuman terhadap siswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan apabila hukuman yang diberikan guru tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, para pihak orang tua bisa melaporkan guru ke Dinas Pendidikan dan bukan kepada pihak berwajib.

Ramli menambahkan, penerapan dan implementasi undang-undang tersebut sangat penting bagi masyarakat terutama orang tua yang menitipkan anaknya di tempat pendidikan.

Dimana juga kata Ramli, sesuai dengan undang-undang perlindungan anak, anak berkewajiban menghormati guru dan orang tua.

Kamis, 01 Desember 2011

Kota Langsa Peringati Hari AIDS Sedunia

Kota Langsa – Memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember, Dinas Kesehatan Kota Langsa melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, PMI, Aliansi Mahasiswa Kota Langsa untuk membagi-bagikan poster brosur yang berisikan tentang bahaya AIDS. Brosur yang dibagikan tersebut juga mengajak masyarakat khususnya remaja untuk berperan aktif dalam memerangi AIDS.

AIDS merupakan singkatan dari Acequired Immuno Deficiency Sydindrome yang berarti kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya AIDS. Hinga kini para ahli belum mampu menemukan obat penawar bagi jenis penyakit gnas tersebut.

Di Kota Langsa sendiri tercatat 10 kasaus HIV AIDS sejak 2004-2011, kebanyakan mereka yang terkena AIDS adalah usia produktif.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Langsa
Syamsidar
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Langsa Syamsidar SKM mengatakan (1/12), cara penularan HIV AIDS paling banyak disebabkan hubungan sex bebas dan NAPZA suntikan. Selain itu seiring mobilisasi penduduk yang tinggi menyebabkan prilaku yang menjurus pada pergaulan bebas.

Dampak yang ditimbulkan akibat penyakit ini, pasien akan mengalami napas pendek, terganggungnya saluran pencernaan, berat badan semakin turun hingga 10 persen di bawah normal, dan juga sistem syaraf central akan rusak yang mengakibatkan ingatan menjadi kurang. Tentunya dampak yang tragis ialah kematian. 

Melalui peringatan hari AIDS sedunia ini dan pembagian brosur yang mengajak masyarakat untuk memerangi AIDS, diharapkan kepada masyarakat agar berperan aktif dalam pengawasan dan memberi pengarahan kepada putra-putrinya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang rentan terhadap dampak negatif dari era globalisasi.

Sehingga nilai manfaat dan nilai positif dari era globalisasi dapat berguna untuk perkembangan bangsa ini apabila kita melakukan kontrol bersama terhadap remaja. Untu itu para orang tua dan berbagai lembaga pendidikan harusnya saling menjaga remaja di negeri ini, dengan memberikan arahan yang benar.

Arahan dapat kita lakukan dengan cara menanamkan nilai agama, moral, etika sejak dini. Kita juga dapat memberikan pengajaran untuk memilih semua hal yang masuk melalui proses globalisasi yang mengandung nilai manfaat.