var addthis_config = {"data_track_addressbar":true};

toneng.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

Hanya Kamu

Puisi Cinta ini telah ditulis oleh Muzfirah Marha sebagai Guest Author di Tentang Cinta. Ingin menjadi Guest Author kami?

Kamu,
Maafkan saya kerana terpaksa memendam rasa ini.
Kamu tahu,
Ianya bukanlah sesuatu yang mudah.
Tapi saya harus tegarkan hati untuk terus melalui semua ini.

Kamu,
kadang-kadang saya rasa tak kuat sangat untuk terus berpura-pura.
Kamu tahu,
Ianya amat sukar untuk tersenyum seolah-olah saya redha dengan semuanya.
Tetapi saya harus terus melawan rasa yang ada dihati ini.
Saya bukan yang sempurna.
Saya juga bukan yang menjadi pilihan utama.
Tapi kamu, saya akan sentiasa ada untuk memastikan kamu bahagia.
Biarpun kehadiran serta kewujudan saya tidak nampak di mata kamu.
Tapi saya senang andai kamu bisa terus tersenyum.

Kamu,
Saya tidak suka melihat kerutan di dahi kamu.
Serius, ianya tidak sesuai untuk kamu.
Saya akan runsing bila kamu jadi begitu.
Seandainya saya bisa memberikan senyuman saya di wajah kamu.

Kamu,
Saya harap saya dapat menemui seseorang yang akan buatkan saya lupa tentang kamu.
Kerana kamu juga dah ada pengganti dia.
Saya senang bila kamu boleh kembali tersenyum,
Biarpun yang menjadi punca senyuman kamu adalah seseorang yang lain.
Saya faham dan memahami kenapa kamu memilih dia.
Kerana kehadiran dia lebih bermakna pada kamu.
Seperti kamu menyayangi dia, seperti saya menyayangi kamu.
Bezanya, dia juga menyayangi kamu.
Tapi saya, hanya saya, diri saya, dunia saya.
Yang menyayangi kamu.
Tidak di dunia kamu.
Saya sedih sangat kamu.
Tapi saya tak boleh turutkan hati saya untuk terus bersedih.
Saya kena faham.
Dan saya kena teruskan melangkah agar saya tak terus memikirkan bahawa di dunia ini, lelaki cuma hanya ada kamu seorang sahaja.
Saya kena bukakan mata saya ini untuk orang lain.
Paling penting saya perlukan untuk ruang dihati saya untuk seseorang yang lain jugak.
Saya kena belajar menghargai.
Kata teman saya,
Saya perlu lupakan orang itu sekiranya dia tidak tahu menghargai saya.
Saya tahu. Kamu bukan tidak menghargai saya.
Cuma kamu tiada apa-apa perasaan pada saya,
Sebab itu kamu tidak ambil kisah tentang kewujudan saya.
Kamu,
Maafkan saya sekiranya suatu hari nanti saya tidak mampu teruskan memendam rasa ini untuk kamu.
Saya tak nak terus berharap kerana saya bimbang saya akan terus kecewa.
Tapi sebelum saya jadi begitu.
Saya harap kamu akan mengetahui, betapa pentingnya kamu dalam hidup saya.
Cuma saya harap saya masih bisa untuk terus mendengar nyanyian kamu kerana dengan cara itu sahaja ia dapat mengubati rasa rindu ini.

Kamu. Kamu dan kamu.
Semoga kamu menemui kebahagiaan kamu.
Semoga sahaja saya juga terus tabah dan menemui kebahagiaan saya itu.
Saya pasti mendoakan kamu dan dia 


Muzfirah Marha atau Nur Aidila Mohd Lokman merupakan pemilik bloghttp://mizdiela88.blogspot.com/. Merupakan seorang yang sangat ringkas dan sederhana. Serta sangat mencintai muzik. Bila sedih beliau suka menyanyi kerana itu caranya dapat meluahkan rasa hati beliau. Dan sangat suka berkawan.
Original post: Hanya Kamu
Copyright © 2007 - 2011 Tentang Cinta All rights reserved.

Rabu, 12 Oktober 2011

82% Pasangan Lebih Mementingkan Kawan-Kawan Dari Pada Kekasih Sendiri


Sebelum ini kami ada membuat satu soal selidik kepada peminat-peminat di Facebook Tentang Cinta

Soal selidik ini adalah bagi mengetahui siapakah yang lebih penting dalam hidup mereka jika mereka diminta untuk buat pilihan samada kawan-kawan ataupun kekasih.

Soalan yang ditanya adalah,
Soalan cepumas buat anda yang sedang bercouple. Manakah yang lebih penting? Kekasih atau kawan-kawan?
Seramai 852 orang yang telah menjawab soalan tersebut (dan masih ada lagi yang sedang menjawab soalan itu). 

Keputusan yang kami terima adalah seperti yang telah kami jangkakan.


Seramai 82% pasangan menjawab mereka lebih mementingkan kawan-kawan daripada kekasih mereka sendiri. Dan selebihnya, 18% yang lain lebih mementingkan kekasih daripada kawan-kawan mereka.


Daripada analisa kami, ianya mungkin disebabkan kita lebih mudah untuk berbincang dan berkongsikan cerita dengan kawan-kawan kita. Lagi-lagi apabila kawan itu seusia dengan kita, yang lebih memahami perasaan dan situasi yang kita sedang alami.

Berbeda dengan kekasih, di mana sesetengah perkara itu kita tidak dapat berkongsi dengan mereka. Lagi-lagi apabila perkara itu sensitif dan boleh membuatkan mereka berkecil hati. Selain daripada itu, dengan kekasih kita akan lebih menjaga sikap dan tingkah laku, membuatkan kita kurang open apabila bersama dengan mereka.

Apa pendapat anda?

Jumat, 07 Oktober 2011

Pembentukan Penyesuaian Diri



Penyesuaian diri yang baik yang selalu ingin diraih setiap orang tidak akan dapat tercapai kecuali bila kehidupan orang tersebut benar–benar terhindar dari tekanan, goncangan dan ketegangan jiwa yang bermacam–macam dan orang tersebut mampu untuk menghadapi kesukaran dengan cara objektif serta berpengaruh bagi kehidupannya serta menikmati kehidupannya dengan stabil, tenang, senang, tertarik untuk bekerja dan berprestasi.
Pada dasarnya pembentukan penyesuaian diri melibatkan individu dengan lingkungannya antara lain :

A. Lingkungan Keluarga
Semua konflik dan tekanan yang ada dapat dihindarkan atau dipecahkan bila individu dibesarkan dalam keluarga dimana terdapat keamanan, cinta, respek, toleransi dan kehangatan. Dengan demikian penyesuaian diri akan menjadi lebih baik bila dalam keluarga individu merasakan bahwa kehidupannya berarti.
Rasa dekat dengan keluarga adalah salah satu kebutuhan pokok bagi perkembangan jiwa seorang individu. Dalam prakteknya banyak orang tua yang mengetahui hal ini namun mengabaikannya dengan alasan mengejar karir dan mencari  penghasilan yang besar demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan menjamin masa depan anak–anak.
Hal ini sering kali ditanggapi negatif oleh anak dengan merasa bahwa dirinya tidak disayangi, diremehkan bahkan dibenci. Bila hal tersebut terjadi berulang–ulang dalam jangka waktu yang cukup panjang (terutama pada masa kanak–kanak) maka akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam menyesuaikan diri  dikemudian hari. Meskipun bagi remaja hal ini kurang berpengaruh, karena remaja sudah lebih matang pemahamannya, namun tidak menutup kemungkinan pada beberapa remaja kondisi tersebut akan membuat dirinya tertekan, cemas dan stres.
B. Lingkungan Teman Sebaya
Begitu pula dalam kehidupan pertemanan, pembentukan hubungan yang erat diantara kawan-kawan semakin penting pada masa remaja dibandingkan masa–masa lainnya. Suatu hal yang sulit bagi remaja menjauh dari temannya, individu mencurahkan kepada teman– temannya apa yang tersimpan di dalam hatinya dari anggan–anggan, pemikiran, dan perasaan. Ia mengungkapkan kepada mereka scara bebas tentang rencananya, cita–citanya dan dorongan-dorongannya. Dalam semua itu individu menemukan telinga yang mau mendengarkan apa yang dikatakannya dan hati yang terbuka untuk bersatu dengannya.
Dengan demikian pengertian yang diterima dari temanya akan membantu dirinya dalam penerimaan terhadap keadaan dirinya sendiri. Ini sangat membantu diri individu dalam memahami pola–pola dan ciri–ciri yang menjadikan dirinya berbeda dari orang lain. Semakin mengerti akan dirinya. Maka individu akan semakin meningkat kebutuhannya dan berusaha menerima dirinya dan mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Dengan demikian dia akan menemukan cara penyesuaian diri yang tepat sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
C. Lingkungan Sekolah
Sekolah mempunyai tugas yang tidak hanya terbatas pada masalah pengetahuan dan informasi saja akan tetapi juga mencakup tanggung jawab pendidikan secara luas. Demikian pula dengan guru, tugasnya tidak hanya mengajar tetapi juga berperan sebagai pendidik yang menjadi pembentuk masa depan. Ia adalah langkah pertama dalam pembentukan  kehidupan yang menuntut individu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
Pendidikan modern menuntut guru atau pendidik untuk mengamati perkebangan individu dan mampu menyusun system pendidikan sesuai dengan perkembangan tersebut. Dalam pengertian ini berarti proses pendidikan merupakan penciptaan penyesuaian antara individu dengan nilai–nilai yang diharuskan oleh lingkungan menurut kepentingan perkembangan dan spiritual individu.
Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada cara kerja dan metode yang digunakan oleh pendidik dalam penyesuaian tersebut. Jadi disini peran guru sangat berperan  penting dalam pembentukan kemampuan penyesuaian diri individu.

Kenakalan Remaja

Kenakalan remajameliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transis.

Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

Remaja wanita sosial
  • Kartono, ilmuwan sosiologiKenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
  • Santrock Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

  • Penyalahgunaan narkoba
  • Seks bebas
  • Tawuran antara pelajar
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
  1. Krisis identitasPerubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemahRemaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:
  1. Keluarga Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.