var addthis_config = {"data_track_addressbar":true};

toneng.blogspot.com

Kamis, 01 November 2012

Korban Puting Beliung Terima Bantuan


Kota Langsa | Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE menyerahkan secara simbolis bantuan material kepada 25 Kepala Keluarga (KK) korban bencana puting beliung  yang terjadi pertengahan Mei lalu.

Dalam laporannya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Langsa Al Azmi, SSTP. MAP mengatakan, telah menyalurkan bantuan tanggap darurat saat pertama bencana. 

Puting beliung yang  melanda sejumlah desa di Kota Langsa tersebut telah merusak sarana dan prasarana seperti masjid dan Tempat Pengajian Alquran (TPA)  serta puluhan rumah warga.

Sementara itu dalam arahannya, Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE mengingatkan agar masyarakat menjaga lingkungan, tidak menebang pohon ataupun membuang sampah tidak pada tempatnya. Karena menurutnya, ada bencana yang datangnya akibat perbuatan manusia dengan merusak lingkungan yang menyebabkan banjir maupun tanah longsor.

Selain itu tambahnya, sebagai daerah Syari’at Islam dengan mayoritas masyarakat islam pola hidup masyarakat sudah sangat jauh dari norma ajaran islam, mencampur adukkan ibadah dengan maksiat. Tgk.Usman Abdullah mencontohkan acara syukuran baik sunat rasul, pernikahan ataupun turun tanah harus diiringi dengan “Keyboard”.

Menurutnya hal ini juga menjadi suatu penyebab bencana atas kemurkaan ALLAh SWT kepada umat islam yang berprilaku hidup seperti orang kafir. Jerlas Tgk. Usman Abdullah sambari mengingatkan kembali peristiwa bencana Tsunami yang melanda Aceh akhir 2005 lalu.

Jumat, 19 Oktober 2012

BPBA Bekali Geuchik dan PPK

PPK BPBA Aceh Wahyudi
Kota Langsa | Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar pelatiahan peningkatan kapasitas dan strategi pendampingan program rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana anggaran 2011. 

Peserta yang melibatkan unsur Geuchik (Kepala Desa) diharapkan mampu berperan sebagai pengawas eksternal terhadap seluruh kegiatan pasca daerah bencana seperti perbaikan lingkungan dan pelayanan kesehatan.

PPK BPBA Aceh Wahyudi mengatakan (19/10), BPBA memiliki metode anggaran yang berbeda,  anggaran kegiatan 2011 pelaksanaannya di lakukan 2012. Dana yang bersumber dari pusat tersebut langsung dikirim ke rekening PPK dan PJOK kabupaten/kota.

Dalam hali ini kata Wahyudi, Geuchik sebagai pelaku pengawas eksternal harus mengetahui  seluruh bentuk dan volume kegiatan BPBD.

Selasa, 02 Oktober 2012

PORSENI BUMN 2012 Resmi Dibuka, Kontingen PTPN I Ikuti Parade Defile

Kota Langsa | Pertandingan Olahraga dan Seni (Porseni) BUMN Tahun 2012 akhirnya resmi dibuka oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, Senin (1/10) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan–Jakarta. 

Acara pembukaan tersebut juga menampilkan beberapa atraksi menarik seperti Reog Ponorogo, Angklung, Marching Band, Sandratari kolosal dan ditutup dengan penyalaan api di Kaldron GOR Soemantri Brodjonegoro, dimana obor dibawa oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan serta diiringi dengan pesta kembang api diatas langit GOR Soemantri Brodjonegoro pada malam yang cerah tersebut.

Dalam acara pembukaan PORSENI BUMN 2012 tersebut juga diadakan parade defile kontingen dari 92 BUMN termasuk kontingen dari PTPN I yang mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah dari penonton dan sporter karyawan BUMN yang memenuhi GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan–Jakarta.

Kontingen PTPN I dalam pembukaaan PORSENI BUMN 2012 dihadiri Direktur SDM & Umum Ramadhan Ismail sebagai Penasehat Kontingen PTPN I, Zulkarnaen sebagai Pimpinan Kontingen didampingi Ir. Alfian, Hasan Basri sebagai Manager Tim, Yantri Bakti Putera Assiten Manager, Adi Yusfan official tim dan Rusli Achmad sebagai Sekretaris Tim.

Sebelum dibuka secara resmi, pada sore harinya digelar pertandingan persahabatan sepakbola antar Tim Kementerian BUMN Vs Direksi-Direksi BUMN, dalam hal ini PTPN I diwakili oleh Hasan Basri, Sekretaris Perusahaan PTPN I yang bertindak sebagai kiper Tim Direksi-Direksi BUMN dalam pertandingan tersebut. Dan pertandingan sepakbola tersebut berakhir imbang 1-1.

Usai pertadingan yang cukup menggelitik itu karena mayoritas diikuti oleh pemain yang sudah berumur, acara dilanjutkan dengan atraksi terjun payung yang melibatkan sekitar 20 penerjun dari kesatuan brimob Mabes polri yang melakukan penerjunan dengan membawa piala bergilir dan bendera Porseni BUMN 2012.

Dalam pidato sambutan ketua panitia Porseni BUMN 2012 Sriyanto, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary / CS) PT Pegadaian menyampaikan bahwa jumlah BUMN yang mengikuti Porseni BUMN 2012 sebanyak 92 BUMN dengan jumlah atlet dan official +- 4.000 karyawan BUMN.

Dalam Porseni BUMN 2012 mempertandingkan 8 cabang olahraga dan 3 cabang seni serta akan berlangsung dari tanggal 1-10 Oktober 2012. PTPN I dalam Porseni BUMN 2012 ini kembali mengirimkan atlet sepak bola sebanyak 15 atlet serta kembali bertekad untuk mempertahankan kembali juara I cabang sepak bola yang telah diraih PTPN I selama 2 tahun berturut-turut yaitu tahun 2010 dan 2011 seperti yang disampaikan ketua panitia Porseni BUMN 2012 Sriyanto dalam laporan ketua panitia pada saat pembukaan. Tim Sepakbola PTPN I akan memulai debut awalnya pada pertandingan melawan PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia pada hari rabu 3/10.

Menteri BUMN Dahlan Iskan, dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa semangat bertanding dan berkompetisi yang fair dalam Porseni BUMN 2012 ini hendaknya dapat juga menjadi semangat semua direksi BUMN beserta jajarannya dalam berkompetisi di dunia bisnis baik di tanah air maupun ditingkat internasional sehingga ada perkembangan positif dalam kinerja BUMN setiap tahunnya.

Selain itu Menteri BUMN Dahlan Iskan juga berharap agar jajaran direksi dapat memperhatikan dan memberikan reward terhadap atlet-atlet masing-masing BUMN yang berprestasi, seraya mencontohkan pada saat beliau menjabat Dirut PT PLN, vocal group PT PLN menjuarai Porseni BUMN, beliau mengirimkan vocal group PT PLN tersebut ke China mengikuti kejuaraan dunia dan berhasil membawa pulang 3 penghargaan dari China.

Acara pembukaan Porseni BUMN 2012 ditutup pesta kembang api dan hiburan artis ibukota Kikan Band.

Senin, 17 September 2012

Seumapa, Tradisi Adat Aceh Yang Nyaris Punah


Kota Langsa | Seumapa adalah sebuah ritual adat perkawinan di Aceh, terutama pada saat Intat Linto (menghantar pengantin laki-laki). Dilihat dari istilah kata-kata seumapa, dapat dipastikan bahwa asal kata seumapa adalah sapa-menyapa.

Seumapa sebagai salah satu acara pada upacara adat Intat Linto adalah saling memberi salam dan bertukar informasi antara dua pihak, yaitu pihak rombongan Linto Baro (pengantin laki-laki) dan pihak Dara Baro (pengantin perempuan) atau Ureung Preh Linto Baro (orang yang menunggu pengantin laki-laki) yang diwakili ketua rombongan masing-masing, yang diutarakan dalam bait-bait panton (pantun) dengan bahasa yang indah dan santun yang berlangsung di depan rumah Dara Baro (pengantin perempuan).

Hal ini merupakan kebiasaan orang Aceh yang bila datang ke sebuah rumah atau suatu tempat, selalu penuh dengan sopan santun dan memuliakan masyarakat setempat. Begitu pula sebaliknya sebagai orang yang punya tempat, akan menyambut baik bila didatangi dan dikunjungi oleh tamu, sepanjang tamu tersebut datang dengan penuh sopan santun.

Saat ini acara seumapa pada upacara Intat Linto atau Preh Linto sudah sangat jarang ditemukan. Hal ini disebabkan generasi sekarang sudah kurang menaruh perhatian terhadap adat dan budaya warisan leluhur. Disamping itu kader-kader yang mampu dalam seni seumapa sudah sangat langka. Memang pada beberapa daerah masih ditemui satu atau dua orang yang mampu dan cukup lihai dalam seumapa, tapi rata-rata mereka sudah berusia cukup tua. Tidak pernah terlahir lagi kader-kader seumapa dari generasi muda.

Dalam acara Rekruitmen pelatiahan Narit Maja/Seumapa angkatan I & II se-Kota Langsa, Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh Provinsi Aceh Drs.Yusri Yusuf mengatakan (12/9), melalui pelatihan rekrutmen pembacaan Narit Maja/Seumapa diharapkan masyarakat Aceh mau melakukan kegiatan adat serta melestarikannya. Menurutnya apabila hal demikian dibiarkan tanpa kepedulian kita, sungguh sangat disayangkan, adat seumapa ini pada suatu saat akan punah dan lenyap sama sekali.


Generasi kedepan tidak tahu lagi, tidak mengerti dan tidak pernah menyaksikan apa dan bagaimana sebenarnya seumapa pada sebuah perhelatan perkawinan dalam adat Aceh terutama pada kegiatan Intat Linto. Padahal kalau dilihat dari segi filosofi dan makna yang terkandung dalam acara tersebut sangat baik dan menarik, penuh dengan nasihat dan dakwah, serta mengandung nilai senisebagai sebuah hiburan bagi masyarakat.