var addthis_config = {"data_track_addressbar":true};

toneng.blogspot.com

Sabtu, 01 Oktober 2011

Jeans Dilipat Nge-tren Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Model Celana Jeans yang dilipat bagian ujuang bawahnya, mulai nge-tren lagi. Model seperti ini dipamerkan di Men’s Fashion Week di Plaza Indonesia kali ini.
Adalah H.E by Mango yang memamerkan model-model baju terbarunya, yang hampir semuanya melipat jeans mereka. Homini Emerito, memang memberikan gaya yang sedikit Old-school dibuat menjadi tren lagi.
Selain jeans yang dilipat, kebanyakan jeans yang dipamerkan olehnya bermodel agak longgar, bukan skinny jeans.
Jadi, bagi kaum Adam yang ingin mengikuti tren yang dibawa oleh H.E by Mango ini, segera lipat jeans Anda dua kali, lebarnya sekitar 3 hingga 5 cm.
Hmmm…penampilan Anda dijamin beda!

Keripik Gurih Dari Seulalah

Anda pernah makan keripik dari Seulalah? Ya itulah dia, keripik gurih pedas manis asli dari Gampong Seulalah Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa.


Keripik Gurih
Kota Langsa - Lokasi penggorengan keripik itu tak jauh dari pusat Kota Langsa, diperkirakan hanya berjarak 3Km saja sehingga dapat ditempuh dengan mudah. Saat saya dan rekan saya datang ke lokasi penggorengan (16/7) lalu, tercium wangian gorengan keripik pedas manis yang gurih buatan Pak Syamsul Bahri (48) dan Siti Ramlah (40).

Keduanya merupakan pasangan suami istri yang sudah lama menekuni usaha keripik sejak tahun 2000 lalu, hingga saat ini keripik tersebut sangat digemari sejumlah konsumen di Aceh, bahkan setiap orang yang bepergian menyempatkan diri untuk membeli keripik di Gampong Seulalah sebagai oleh-oleh.

Saat ditemui dirumahnya yang juga pabrik penggorengan keripik, Siti Ramlah mengaku, dia dan suaminya sudah 10 tahun menekuni usaha keripiknya, yang awalnya hanya usaha kecil-kecilan hingga akhirnya bisa ber-omset Rp.6 juta rupiah untuk tiap bulannya.

Sebelumnya Siti dan Syamsul bertempat tinggal di Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara, namun karena di tempat mereka dulu sedang rawan konflik, maka Siti dan Syamsul beserta anak-anaknya memilih untuk mengungsi ke Kota Langsa.

"Sebelumnya kami tinggal di kawasan Alue Leuhop, Cot Girek Aceh Utara, kebetulan pada saat itu daerah tersebut sangat rawan konflik, jadi kami sekeluarga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman di Kota Langsa sambil menjalani usaha keripik kecil-kecilan, karena sulitnya mencari pekerjaan dan tidak ada pekerjaan lain", Kata Siti, karena itulah dia dan suaminya sepakat untuk menjalani usahanya dibidang keripik goreng pedas manis, yang resep dan pembuatannya lengkap dengan dua unit kompor penggorengan keripik diberi oleh kakak angkatnya.


"Awalnya kami juga tersendat biaya untuk usaha ini, kami sudah membuat berbagai surat permohonan bantuan modal kepada Pemerintah Kota Langsa tapi tidak ada jawaban, karena tidak ada jawaban dari Pemko, maka kami mengambil jalan untuk meminjam uang di salah satu Bank BRI Unit di Kota Langsa yang terletak di Terminal Lama senilai Rp.3 juta rupiah" , Imbuh Siti. Nah..ini adalah bukti nyata kunci keberhasilan dan kesuksesan yang dicapai oleh keluarga Siti Ramlah bersama suaminya Syamsul Bahri beserta anak-anaknya.

Ketika baru-baru menjalani usaha tersebut, Siti bersama suaminya nekad mendayung sepeda untuk mencari pembeli atau konsumen keripiknya di Kota Langsa. Tapi lain dengan sekarang, keripik asli buatan Siti dan Syamsul ini sudah menguasai Provinsi Aceh. Kini omset penggorengan keripik dari 10 bungkus menjadi 1.000 hingga 3.000 bungkus berbagai macam keripik untuk setiap penggorengan. Harganyapun lumayan murah, mulai dari harga Rp.3.000 perbungkus hingga Rp.30.000 perbungkus dengan dibantu oleh sembilan orang pekerja.

STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Menuju IAIN

Kota Langsa - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa telah mengajukan akreditasi dalam peningkatan kapasitas dan kelembagaanya, hal itu sesuai dengan program pendidikan yang dikembangkan oleh Kementrian Agama RI dan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Dengan ketersediaan lahan seluas 16 Ha merupakan salah satu syarat menuju institut dan tinggal menunggu proses akreditasi, sebab untuk menuju IAIN tersebut Cot Kala harus memiliki tiga fakultas dengan masing-masing fakultas memiliki dua jurusan, dimana saat ini STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa telah memilikinya dan hanya pengembangannya saja, demikian dinyatakan oleh Ketua STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Dr.H.Zulkarnaini, MA.

Zulkarnaini menilai sudah ada kemajuan  pemenuhan keinginan pemerintah dan masyarakat untuk mendapatkan keinginan yang lebih baik, diharapkan dengan adanya lembaga ini katanya, masyarakat akan terdidik cara berfikir dan perilakunya.

Penempatan Pegawai Berdasarkan Disiplin Ilmu


Aceh Tamiang - Dalam hal Pendapatan Asli Daerah potensi objek pajak dinilai mampu untuk mencapai target yang diinginkan, tentunya semua itu tidak terlepas dari kemauan serta memanfaatkan potensi yang ada serta diiringi dengan kemampuan SDM yang baik dan juga hasil laporan yang transparan.

Dalam skala besar daerah Kabupate Aceh Tamiang memiliki potensi  yang cukup luar biasa, memiliki perusahaan minyak bumi yang dikelola oleh PT.Pertamina serta puluhan kebun kelapa sawit, namun hingga hari ini Aceh Tamiang secara resmi tidak mendapatkan hasil dari perusahaan yang ada kecuali tiga perusahaan yang tercermin dalam APBD.

Fraksi Muda Sedia meminta agar Bupati sebagai Kepala Daerah juga harus mampu untuk membuat trobosan-trobosan untuk mendapatkan pemasukan dari perusahaan-perusahaan besar tersebut, dan masyarakat tidak hanya mendapat imbas polusi dan hancurnya jalan yang dana pembangunannya bersumber dari APBD yang notabene uang rakyat.

Dalam penempatan pegawai, harus dilakukan berdasarkan disiplin ilmu dan kemampuannya dalam mengimplementasikan garis kebijakandaerah, sehingga program dan keinginan rakyat bersama dapat terlaksana dengan baik. Sebab banyak Qanun yang telah disahkan, namun hingga hari ini tidak diterapkan, bahkan ada yang dilanggar dengan pemberian izin yang bertentangan dengan Qanun tersebut.