var addthis_config = {"data_track_addressbar":true};

toneng.blogspot.com

Rabu, 05 Desember 2012

PT.KAI Diminta Terbitkan Kontrak Sewa Tanah


Kota Langsa | CV. AL IZZA WAYLA selaku penyewa tanah di Jalan Rel Kereta Api Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota meminta kepada pihak PT.KAI untuk menyelesaikan permasalahan sewa tanah di Jalan Rel Kereta Api tersebut.

Direktur CV.AL IZZA WAYLA Agustam Effendi mengatakan kepada wartawan(1/12), kiranya Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan dan Meneg BUMN harus mengetahui permasalahan ini.

Agustam menambahkan, pada dasarnya sewaktu GM PT.KAI Provinsi Aceh masih dijabat oleh (Alm) Aripinus, saat itu dirinya akan menerbitkan kontrak tersebut. Tetapi hingga dilakukan pergantian GM.PT.KAI yang baru yang dijabat oleh Syafrudiansyah belum juga terselesaikan, seharusnya GM.PT.KAI yang baru meneruskan kebijakan yang telah diambil pejabat lama.

“Jadi kita sangat merasa kecewa atas sikap yang diambil pimpinan yang baru ini. Adapun luas pemakaian sewa tanah tersebut seluas tiga meter kali seratus meter, dengan luas keseluruhannya mencapai tiga ratus meter. Dan menyangkut masalah ini pihak PT.KAI General Manager Pengusahaan Aset sudah menyetujui dan membenarkan tanah ini telah disewakan kepada saya sesuai surat nomor : 45/ASET ACEH/VII/KA-2012 yang ditandatangani langsung oleh Supardi, SH.M. Hum. Selaku penyewa tanah saya sangat kecewa mengapa yang bersangkutan belum juga menyelesaikan persoalan tersebut, bahkan yang bersangkutan sudah dimutasi keluar Aceh,”. Tukas Agustam Effendi.

Agustam Effendi menambahkan, Muspika Kota Langsa telah mengeluarkan rekomendasi tertanggal 22 Mai 2012 dengan nomor surat 01/MUSPIKA/2012 guna menindaklanjuti surat rekomendasi dari PT.KAI  dengan nomor surat 23/ASET 14 ACEH /KA-2012 tentang pemakaian tanah milik PT.KAI yang berada di Gampong Teungoh Langsa Kota.

Lebih lanjut Gustam mengatakan, bahwa GM PT.KAI yang baru bersama SPI dan Tim khusus dari Bandung telah melakukan pertemuan dengan masyarakat penyewa tanah di Kota Langsa  pada November 2012 di kantor PT.KAI Langsa. Menurut Agustam, petugas SPI dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Sabtu, 01 Desember 2012

Banjir di Aceh Tenggara Rusak Fasilitas Umum dan Lahan Pertanian


Aceh Tenggara | Sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian di Kecamatan Deleng Phokisen da Lawe Bulan rusak akibat luapan sungai Lawe Kisam yang tak mampu menampung debit air setelah diguyur hujan deras beberapa waktu lalu.

Seperti sebuah  beronjong di salah satu Desa Kati Jeroh  yang dibangun dengan menggunakan dana PNPM ikut hanyut dibawa arus sungai.

Dari Pantauan wartawan, warga di sejumlah desa di kecamatan tersebut terpaksa mengungsi karena ketinggian air yang menggenangi desa mereka terus bertambah, bahkan arus sungai juga menyeret kayu gelondongan hingga ke pemukiman warga.

Selain itu sejumlah desa terisolir karena akses antar desa dikecamatan tersebut putus karena tergenang air. (rina/sd)

Wabup Atim Temui Keluarga Korban Boat Tenggelam

Aceh Tamiang | Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul bin Syamaun menemui langsung keluarga korban boat tenggelam yang belum ditemukan, Jumat (30/11) siang, di posko pencarian korban di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. 

Sesampai di posko pencarian korban, Wabup langsung menemui tim pencarian, yang terdiri dari tim SAR Aceh Timur, SAR Tamiang, dan Basarnas dari Banda Aceh. Wakil bupati berdialog dengan tim SAR dan menanyakan perkembangan pencarian korban atas nama Geugeut, guru  program SM3T asal Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang mengajar di SMPN 2 Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih yang belum ditemukan.

Wabup Syahrul bin Syamaun pada kesempatan tersebut didampingi oleh Kepala BPBD Elfiandi, Kepala Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran Ir M Yasin, Kabid Dikmen M Yakob MPd, dan Saed Abbas (pengawas TKSD). Khusus kepada BPBD, wabup meminta agar pencarian korban yang belum ditemukan  dilakukan selama tujuh hari, sampai hari Minggu.

Wabup menyatakan keprihatinan yang mendalam atas musibah tenggelam boat yang telah menelan korban jiwa. "Mereka yang korban adalah putera-puteri terbaik bangsa yang telah mengabdikan pendidikannya di pedalaman Aceh Timur. Kami sangat kehilangan, karena mereka datang untuk mencerdaskan anak- anak kami," kata Syahrul bin Syamaun di hadapan perwakilan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung dan keluarga Geugeut.

Disaksikan perwakilan UPI, wakil bupati juga menyerahkan bantuan uang tunai ala kadarnya kepada Irvan (32), keluarga Geuget. "Bantuan ini jangan dilihat dari angkanya, tapi ini merupakan kepedulian sesama. Kita berdoa agar korban segera ditemukan. Kepada keluarga kami harapkan untuk tabah. Ini adalah musibah," ujar wabup memberi semangat.

Pada kesempatan yang sama, wabup juga meminta agar program SM3T dari Kementerian Pendidikan Nasional tetap dilanjutkan demi mencerdaskan anak- anak bangsa khususnya Aceh Timur. "Terima kasih semua, kepada korban Winda, Geugeut, dan korban lainnya. Kami nyatakan rasa salut, ujarnya.

Sementara itu, Asep Mulyana dari UPI Bandung mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Syahrul bin Syamaun atas perhatian Pemkab Aceh Timur yang diberikan dalam pencarian korban tenggelam. Dia mengungkapkan, program SM3T ini akan tetap dilakukan dan dipantau oleh Kementerian Pendidikan Nasional."Nanti kita akan mengevaluasi dengan memberikan perlengkapan keamanan kepada guru-guru terpencil," kata Asep di hadapan wakil bupati.

Sebagaimana diketahui, boat yang mengangkut penumpang  tenggelam di aliran sungai Aceh Tamiang- Simpang Jernih atau disebut dengan kawasan Batu Katak, Senin (26/11) sekira pukul 17.00 WIB, tiga korban  sudah ditemukan oleh tim gabungan secara terpisah dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Sekda Aceh Timur Tutup Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara


Kota Langsa | Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur Syaifannur SH MM menutup secara resmi kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dan pelatihan bela Negara yang dilaksanakan di Makodim 0104 / Aceh Timur,Sabtu (1/12).

“Pemkab Aceh Timur selalu berkomitmen dan serius untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan dan bela negara kepada seluruh elemen masyarakat melalui berbagai kegiatan dengan menjalin kerjasama serta kemitraan dengan berbagai instansi terkait,”. Ungkap Syaifannur dalam sambutannya pada penutupan sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela Negara di halaman Makodim 0104/Aceh Timur.
            
Dijelaskannya, sosialisasi wawasan kebangsaan dan pelatihan bela Negara ini sebelumnya telah dilaksanakan selama empat hari yaitu sejak tanggal 27 November sampai 1 Desember 2012 yang diikuti 50 orang peserta dari 24 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur. 

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata keseriusan Pemkab Aceh Timur,”. Ujarnya.
            
Syaifannur mengemukakan, sebagaimana telah dimaklumi bahwa sasaran yang akan dicapai dengan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran elemen masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Selain itu juga diharapkan dapat mempertebal komitmen untuk menjaga integritas bangsa,”.Tugasnya.
            
Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi dapat berpengaruh terhadap pemahaman nilai kebangsaan, bahkan bisa juga mengarah kepada ancaman disintegritas bangsa. 

“Sebab,dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara telah banyak terjadi pergeseran pemahaman nilai-nilai kebangsaan masyarakat akibat maraknya informasi yang belum tentu benarnya sehingga mempengaruhi masyarakat,”. Terang Syaifannur lagi.
            
Oleh karena itu, sangat perlu kewaspadaan dari semua jajaran terkait guna mengantisipasi dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sehingga eksistensi bangsa tetap terjaga dari pengaruh negatif. 

“Keempat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila,UUD 1945,Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harus selalu dijaga dan dipelihara sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”. Sebutnya.
            
Dalam kesempatan tersebut Sekda Aceh Timur mengharapkan agar segala pembekalan yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan sosialisasi ini dapat diimplementasikan dalam rangka meningkatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
            
Sementara itu,Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0104/Aceh Timur Letkol Muhammad Hasan seusai penutupan sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara mengatakan, kegiatan yang telah berlangsung ini merupakan gelombang pertama dan akan berlanjut di tahun 2013 mendatang.
            
“Diharapkan  unsur-unsur masyarakat di Aceh Timur yang telah ikut program ini nantinya akan bisa menjadi pelopor dalam pemahaman  wawasan kebangsaan dan bela negara,”. Pinta Muhammad Hasan sembari menambahkan, materi yang diberikan pada pelatihan meliputi keagamaan, narkoba, pancasila, UUD 1945, sejarah Aceh dan sejarah Indonesia serta UU No 11 tentang Pemerintahan Aceh.