var addthis_config = {"data_track_addressbar":true};

toneng.blogspot.com

Jumat, 23 November 2012

Pemkot Langsa Dukung Percepatan UIN AR-RANIRY

Kota Langsa | Pemerintah Kota Langsa mendukung sepenuhnya perubahan status IAIN menjadi UIN Ar-Raniry yang sedang di upayakan oleh panitia percepatan perubahan status IAIN Ar-Raniry.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Langsa Drs. Marzuki Hamid, MM disela-sela pembukaan Rapat kerja IAIN Ar-Raniry di Harmoni Hotel Kota Kota Langsa ( 23/11).

Drs. Marzuki Hamid, MM menambahkan, bukan tidak ada alasan kami mendukung sepenuhnya perubahan status ini, mengingat dalam perjalanan sejarah IAIN Ar-Raniry merupakan lembaga pendidikan nomor tiga setelah Jakarta dan Yogyakarta, sudah sepantasnya dan sangat layak menjadi UIN.

“Apalagi IAIN Ar-Raniry sudah banyak mencerdaskan anak bangsa dan ikut mendorong lahirnya berbagai perguruan tinggi islam di daratan Aceh, malahan sampai saat ini banyak perguruan tinggi islam yang promotornya IAIN sudah menjadi negeri, ini yang membuat kami atas nama pemerintah kota mendukung sepenuhnya perubahan status ini”. Ungkap Wakil Walikota.

Disamping itu, pemerintah Kota Langsa mempunyai kepentingan dengan perubahan status IAIN Ar-Raniry, mengingat Kota Langsa tidak mempunya pontensi alam yang mendukung pembangunan melainkan hanya memiliki jasa-jasa untuk pembangunan kota yang baru berusia 11 tahun ini, yaitu jasa pendidikan. Tuturnya.

Dukungan perubahan status ini diungkapkan langsung Wakil Walikota dihadapan peserta rapat kerja IAIN Ar-Raniry dengan penuh semangat, jika perlu besok IAIN Ar-Raniry sudah menjadi UIN Ar-Raniry, kami mendukung sebagaimana daerah lain mendorong dan mendukung perubahan status ini secepatnya. Ujar Marzuki Hamid.

Sementara itu Rektor IAIN Ar-Raniry Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, mengungkapkan rasa bangganya dan berterimakasih kepada pemerintah dan masyarakat Kota Langsa yang ikut mendukung sepenuhnya perubahan status IAIN menjadi UIN.

“ini merupakan wujud dukungan rill masyarakat Aceh terhadap perubahan status IAIN, Bukan karena keinginan kami, tapi keinginan masyarakat Aceh, Ujar Rektor saat membuka Acara rapat kerja IAIN Ar-Raniry.

Rektor mengajak seluruh elemen masyarakat, baik masyarakat kampus maupun masyarakat Aceh secara keseluruhan saling membahu mendukung percepatan perubahan status IAIN menjadi UIN.

Sisi lain ketua panitia Pelaksana rapat kerja IAIN Ar-Raniry tahun 2012, Drs. Luthfi Aunie MA, menngungkapkan rapat kerja ini bukan semata-mata hanya menyusun program kerja saja, akan tetapi ini lebih pada penguatan kerjasama dan silaturahmi antara kampus IAIN Ar-Raniry dengan masyarakat Kota Langsa.

interaksi langsung ini sangat perlu, apalagi kota langsa ikut mendukung sepenuhnya pembangunan dan pengembangan  termasuk perubahan status IAIN Ar-Raniry menjadi UIN. Ujar pembantu Rektor II.

Rapat kerja ini melakukan evaluasi program tahun 2012 dan menyusun program kerja untuk tahun 2014 yang diikuti oleh pimpinan dalam lingkungan IAIN Ar-Raniry. Tandas Luthfi.

Minggu, 11 November 2012

AJI Langsa Gelar Workshop Etika Jurnalis

Kota Langsa | Sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik mengikuti Workshop Etika Jurnalis yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen Langsa dan didukung oleh PT.Minamas Plantation Grup pada 10-11 November 2012.

Dengan adanya workshop atau pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan etika dan profesionalisme jurnalis dalam melaksanakan kegiatan jurnalistiknya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Langsa Ivo Lestari mengatakan, training tersebut untuk meningkatkan kapasitas serta penguatan etika dan profesionalisme jurnalis. Sehingga wartawan betul-betul memperhatikan persyaratan penyajian karya jurnalistiknya, serta bagaimana pers itu dilaksanakan agar dapat memenuhi fungsinya dengan baik.

Workshop tersebut menghadirkan nara sumber seorang wartawan BBC London yang juga anggota AJI Sumatera Utara, Maskur Abdullah. Beliau menyempatkan diri menghadiri kegiatan tersebut berbagi pengalaman dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi jurnalis, terutama Pers yang beretika, membangun karakter dan dalam tim.


Selain itu, hadir nara sumber lain Ayi Jufridar koordinator AJI wilayah Sumatera Utara serta Advokat hukum  ikut mengisi materi training yang digelar selama dua hari tersebut.

Kamis, 08 November 2012

Kisruh Penempatan Pejabat

Drs. H. Nabani, MBA, MM

Kota Langsa | Penempatan Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa kian hangat dibicarakan akhir-akhir ini. Seperti dilansir sejumlah media, Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa H. Jauhari Amin, SH, MH dilantik dari non Pegawai Negeri Sipil (PNS).

H. Jauhari Amin, SH, MH disebutkan sudah mengundurkan diri dari PNS sejak 2004 lalu saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Isu tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan. Salah seorang Tokoh Masyarakat Drs. H. Nabani, MBA, MM mengatakn (7/11), kalau dipandang dari segi hukum tentang pengangkatan saudara H. Jauhari Amin, SH, MH sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa menyalahi aturan.

Bila benar pengangkatan Kepala Dinas Pendidikan dari non PNS, tentunya sudah menyalahi aturan dan melanggar undang-undang. Namun sekarang siapa yang merasa dirugikan atas pengangkatan saudara Jauhari tersebut? Kalau Walikota merasa dirugikan, Walikota bisa mencopotnya segera, dan apabila ada pihak lain yang merasa dirugikan dari segi administrasi silahkan tuntut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)”.

Dan kalau dalam kasus ini ada unsur penipuan penipuan katanya, silahkan tuntut melalui pengadilan pidana dan apabila vonis itu benar, maka saudara Jauhari harus mengembalikan uang negara atas gajinya sejak 2004 saat diberhentikan sebagai PNS dsampai sekarang. Tukas Nabani.

Sabtu, 03 November 2012

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon di Jalan


Kota Langsa | Jalan hancur dan berlubang, warga Desa Paya Bili II Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur menanam pohon di tengah jalan.

Aksi warga tersebut sebagai bentuk kekesalan warga terhadap PTPN-1 yang tidak perduli dengan kondisi jalan tersebut. Padahal kerusakan jalan itu disebabkan Truck pengangkut buah kelapa sawit milik PTPN-1 yang setiap harinya melintasi jalan tersebut.

Sekretaris desa setempat Gusniar mengatakan (3/11), kerusakan jalan terjadi di empat titik hingga mencapai panjang 50 meter dan menyulitkan warga yang melintasinya.

“Jalan itu rusak sudah lama, mulai terakhir di aspal tahun 2010 lalu sampai sekarang, rusak karena setiap hari dilintasi truck pengangkut buah kelapa sawit milik PTPN-1”

Bagian Humas PTPN-1 Adi Yusfan yang dihubungi via selulernya mengatakan (3/11), pihaknya belum menerima laporan tesebut, menurutnya tidak ada kerusakan jalan disana.

“Saya tidak ada terima laporan itu, saya terima informasi mobil truck juga dapat melintasinya”.